Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin/foto:liputan6.com
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin/foto:liputan6.com

Setelah Ormas Islam, Giliran Ustadz ‘Guyon’ yang Akan Diberangus Pemerintah Melalui Aturan Menag

Setelah disahkannya Perppu Ormas menjadi Undang-undang melalui Parpurna DPR RI beberapa waktu lalu, pemerintah sudah sah secara hukum membubarkan Ormas Islam, Hizbut Tahrir Indonesia. Tidak sampai disitu, kali ini juga pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan membuat aturan mengenai penceramah atau ustadz.

Baca juga : Resmi, Pemerintah Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, rancangan aturan tersebut sengaja dibuat karena adanya keluhan dari masyarakat terkait banyaknya ustadz yang lebih mengedepankan guyon ketimbang membahas ilmu agama. Dengan begitu pemerintah bisa memberangus ustadz yang kebanyakan ‘guyon’ dalam setiap ceramahnya.

“Pemerintah diminta lebih proaktif untuk menata pencera­mah mubalig, dai, yang terka­dang dalam ceramahnya itu mungkin lebih banyak guyon­nya,” tutur Lukman, Rabu (25/10), seperti dilansir rmol.co.

Baca juga : Statement Kontroversi Menag : Imbau Tak Kucilkan LBGT, Tapi Minta Rohis Diawasi

Menurutnya, ceramah yang kebanyakan isi guyon itu kurang pantas, apalagi ceramah-ceramah yang dilakukan bukan pada tempatnya. Bahkan ia menuding, banyak yang menyampaikan ceramah bukan di forum-forum keagamaan atau majelis taklim.

Dengan adanya aturan dari Kemenag, Luqman berharap penceremah punya kode etik yang harus dipegang guna menjaga integritas dakwah.

“Agar dakwah Islam senantiasa tidak disampaikan oleh pihak yang bukan pada tempat­nya. Ini akan kami terus rumus­kan,” ucapnya.

Diterbitkan oleh

Rajawali Ekspres

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Melalui Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *