
Serang ,Rajawali ekspres.com,- Pekerjaan rehabilitasi Tiga ruang kelas SDN Caringin yang berlokasi desa kemuning di kecamatan Tunjung Teja Disinyalir tidak sesuai spesifikasi dan minimnya pengawasan dari pihak konsultan pengawas dan pelaksan kontraktor.
Pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SDN Caringin yang dianggarkan DAU (Dana Alokasi Umum) yang ditentukan penggunanya bidang pendidikan ,dengan jumlah anggaran Rp.335.779.026.00,No Kontrak : SPK./01-PK.10462101000/SARPRAS 2025,Pelaksana: CV.TRI BASKARA SAKTI,Sumber sesuai papan informasi publik.
Hasil penelusuran awak media dilokasi pekerjaan rehabilitasi SDN Caringin ,Hari Kamis ,(27 November 2025 ) ditemukan kejanggalan sebagai berikut.

*HOK pekerja belum jelas
*Tidak tercantum nya konsultan pengawas di papan informasi proyek
*Matrial besi tidak sesuai spesifikasi
*Jarak besi cincin (Sengkang) tidak sesuai standar dan ber variasi
*Minimnya pengawasan dari pihak pelaksana kontraktor CV.Tri Baskara Sakti.
Berikut itu adalah rangkuman temuan yang ditemukan dari awak media dilokasi rehabilitasi SDN Caringin.
Ditempat yang sama awak media mencoba konfirmasi salah satu pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan,Untuk pelaksana sy tidak tahu tapi infonya orang serang kang,terkait pembayaran saya tidak tahu apa borongan atau harian ,saya mah ikut kerja saja,ukuran bisa celup kita memakai besi ukuran full ,besi ukuran 12mm dan cincin 8 mm,jarak Sengkang cincin 25cm kang,”Ucap pekerja.
Awak media mencoba menghubungi Evi selaku kepsek SDN Caringin melalu via what apps untuk menanyakan terkait proyek tersebut ,Evi mengatakan ,Terkait pelaksana saya tidak tahu siapa namanya pak,tapi ada di what apps grup rehabilitasi kan saya dimasukin wa group rehabilitasi sekolah,’Ujar nya.
Kami selaku penggiat kontrol sosial meminta dan memohon kepada pihak Dinas Dindik Kabupaten ,Inspektorat sidak dan tinjau lokasi pekerjaan rehabilitasi SDN Caringin Tunjung Teja ,bilamana ada indikasi Mark up anggaran tolong tindak tegas .
Saat berita ini tayang pihak terkait baik itu konsultan pengawas maupun pelaksana kontraktor belum dapat dihubungi.
Red/tim
