Serang l Rajawaliekspres.Com Aliansi BEM Serang Raya telah sukses melaksanakan kegiatan Diskusi Publik bertajuk “Mei dan Ingatan Perlawanan: Merefleksikan Semangat Reformasi, Mengkritisi Represi, serta Membaca Ancaman Demokrasi dan Militerisme di Indonesia Hari Ini” pada Kamis, 14 Mei 2026 di UIN II SMH Banten.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi gagasan bagi mahasiswa serta masyarakat sipil dalam membaca kembali semangat Reformasi 1998 di tengah berbagai tantangan demokrasi yang masih dihadapi Indonesia hingga hari ini. Dalam diskusi tersebut, peserta menyoroti sejumlah persoalan mulai dari penyempitan ruang demokrasi, kriminalisasi aktivis, persoalan pelanggaran HAM yang belum terselesaikan, hingga semakin menguatnya praktik militerisme dalam kehidupan sipil.
Masuknya pendekatan dan aktor militer ke ranah sipil menjadi salah satu isu utama yang dibahas. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius, mengingat reformasi lahir salah satunya untuk menegaskan supremasi sipil dan membatasi dominasi militer dalam ruang demokrasi.
Koordinator Aliansi BEM Serang Raya, Tubagus Fajri Ramadhan, menegaskan bahwa momentum Mei tidak boleh dipahami hanya sebagai peringatan historis semata, melainkan sebagai pengingat bahwa perjuangan demokrasi dan keadilan sosial masih terus berlangsung.
“Reformasi bukan monumen yang selesai diperingati setiap tahun, tetapi agenda perjuangan yang harus terus dikawal. Hari ini kita melihat bagaimana ruang sipil kembali menghadapi tantangan, termasuk menguatnya militerisme, represi terhadap suara kritis, dan belum terselesaikannya berbagai kasus pelanggaran HAM,” ujar Tubagus Fajri Ramadhan.
Sebagai bentuk keberlanjutan gerakan, Aliansi BEM Serang Raya juga akan menggelar Aksi Kamisan/Aksi Solidaritas pada 21 Mei 2026 bertepatan dengan momentum peringatan Hari Reformasi. Aksi tersebut direncanakan menjadi ruang ekspresi politik mahasiswa dan masyarakat sipil dalam menyuarakan tuntutan terhadap penegakan HAM, menjaga demokrasi, serta menegaskan bahwa agenda reformasi belum selesai.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Aliansi BEM Serang Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga semangat kritisisme, merawat ingatan kolektif, serta mengawal isu-isu kerakyatan di wilayah Serang dan sekitarnya.(Red-Fit)

